Hari-hari yang membingungkan setelah semua yang telah
teraih, semua yang terhenti kini datang sebuah hari hari yang sangat sulit
untuk dinikmati bersama kepekaan suasana hati. Sulit untuk menentukan sesuatu.
Untuk menghirup keindahan hari lautan copy dari sel otak yang membawa sebuah
peran tapi hanya kelembapan yang terasai. Tak terpatuhi, begitu beratnya. Tak
berartinya lagi
Hanya cukup tak melihat waktu karena dengan sengaja
membiarkannya pergi seperti taka da kehidupan yang tersinggah dan tak beban
lagi yang terasa. Ini sangat memusingkan.
Akhirnya coba singkap tirai yang membentengi ketentraman,
temaram yang lama redup mencoba tersulut dengan sisa-sisa mimpi, untuk tak
terlupakan sementara waktu mengejar tak butuh banyak Tanya apa yang kau
butuhkan dengan ini, seperti sedia anggap semua telah pergi.
Pengertian seperti apa sebenarnya yang telah terpahami
membiarkan semua taka da arti, mengusung segala dusta hati. Hingga suatu saat
berbisik Sebenarnya semua belum terpenggal dan kilas semua terbalik semua rencana,
susunan waktu yang tertengahi menyimpulkan catatan misteri. Dan mulailah impian
itu bersemi kembali yang telah lama tersingkap dalam doa di senmenanjung malam
disepanjang mengingatnya dan rencana itu akan segera tercapai.
“Semua memujimu semua mengadu dan engkaulah penentu tiada
kuasa, tanpaMu semua adalah kepayahan.keputusanMu adalah segalanya”
Comments
Post a Comment