Dulu, ketika tengah bodoh-bodohnya, kepala sekolah Ust. Faruq (guru senior DNC) sering mengingatkan, khususnya dalam apel beliau menyusutkan Guru dalam akronim Digugu & Ditiru secara mutlak, seperti pencerahan buat setiap murid -selain sya- dan sentilan halus untuk yg lain. sekalipun kalimat itu terpatri di kedalaman tapi maknanya terbentur karna yg mampir kemudian adalah peribahasa usil, "guru kencing berdiri murid kencing berlari". *maaf, tapi memang ketololan saat itu sedang jadi-jadinya. 😅 . . Sekarang, dari sosoknya sedikitnya sya mengerti maksud itu. Guru (digugu & ditiru) karna Guru layaknya air merta jiwa, Guru adalah kebaikan yg amerta. Guru (digugu & ditiru) karna Guru layaknya figur dari jiwa yg suci, Guru adalah pewaris para Nabi. #Gurukupahlawanku #terimakasihguru #selamathariguru
Ketahuilah, berziarah ke makam Baginda Nabi SAW itu disyariatkan di dalam Qur'an, Hadis, dan Ijma'. Adapun dalam Qur'an Allah berfirman : ولو أنَّهم إذ ظلموا أنفسهم جاءوك فاستغفروا اللهَ واستغفر لهم الرسولُ لوجدوا اللهَ توَّابًا رحيمًا -النساء: 64 ayat tersebut menunjukkan: 1. dianjurkannya umat muslim untuk berziarah kepada Baginda Nabi saw 2. dianjurkannya umat muslim untuk meminta ampunan (kepada Allah) dihadapan Baginda Nabi saw 3. Permintaan ampunan Baginda Nabi saw kepada Allah swt untuk umatnya (dan permintaan ampun Rasulullah saw ini tidak terputus sekalipun Rasulullah saw telah wafat). Selain itu, ayat ini juga menunjukkan bahwa umat islam akan mendapatkan ampunan dan rahmat dari Allah swt sebab ziarah mereka kepada Baginda Nabi saw dan permintaan ampun mereka kepada Allah swt serta permintaan ampun Rasulullah untuk mereka.