kesalahan yang terjadi pada diri sendiri (manusia) sering dianggap biasa, dengan berdalih kepada kelemahan manusia yaitu tidak terlepas dari rasa khilaf (salah) dan lupa . dan tidak lagi bisa membayangkan, "jika salah itu -sudah menjadi biasa dan sudah tidak lagi terasa- akankah ini disebut khilaf ?? ataukah berujung dengan dalil lupa dengan khilafnya,??! " Ya Allah, Engkaulah Rabbku tiada tuhan yang layak disembah melainkan Engkau. Engkau telah menciptakan aku dan aku adalah hambaMu. Dan aku tetap di atas perjanjian dan taat setia terhadapMu dengan segala kemampuanku. Aku berlindung denganMu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui segala nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosa yang aku lakukan, oleh itu ampunilah dosaku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampunkan dosa melainkan Engkau." aku datang kepadaMu dengan segala dosa tetap Kau hujam aku dengan Jawaban pintaku kau melihatku berbuat yang mengesalkanMu tetap kau beri peluang ke ar...
Aku hanya cendawan yang sebentar mati tanpa keteduhan