Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2012

Aku dengan segala dosa

kesalahan yang terjadi pada diri sendiri (manusia) sering dianggap biasa, dengan berdalih kepada kelemahan manusia yaitu tidak terlepas dari rasa khilaf (salah) dan lupa . dan tidak lagi bisa membayangkan, "jika salah itu -sudah menjadi biasa dan sudah tidak lagi terasa- akankah ini disebut khilaf ?? ataukah berujung dengan dalil lupa dengan khilafnya,??! " Ya Allah, Engkaulah Rabbku tiada tuhan yang layak disembah melainkan Engkau. Engkau telah menciptakan aku dan aku adalah hambaMu. Dan aku tetap di atas perjanjian dan taat setia terhadapMu dengan segala kemampuanku. Aku berlindung denganMu daripada kejahatan yang aku lakukan. Aku mengakui segala nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosa yang aku lakukan, oleh itu ampunilah dosaku. Sesungguhnya tiada yang dapat mengampunkan dosa melainkan Engkau." aku datang kepadaMu dengan segala dosa tetap Kau hujam aku dengan Jawaban pintaku kau melihatku berbuat yang mengesalkanMu tetap kau beri peluang ke ar...

tentang kemenangan

1. Kemenangan bukanlah hanya ketika kita berhasil mengalahkan lawan di suatu pertandingan . Dan bukan hanya ketika kita berhasil mencapai prestasi terbaik. Bahkan, bukan hanya ketika kita berhasil mendapatkan semua yang kita inginkan dalam hidup ini. Tapi, kemenangan adalah saat di mana kita dapat melawan suatu kegagalan. Saat di mana kita dapat mengatasi musibah. Saat di mana kita dapat bangkit dari suatu keadaan yang menyedihkan. Dan, saat di mana kita merasa sangat terpuruk namun kita mampu berjuang menghancurkan semua cobaan itu. Kemenangan adalah saat di mana kita dapat menjadikan itu semua sebagai pertanda betapa sayangnya Sang Maha Pencipta kepada kita. Saat dimana kita menyadari betapa kita dapat belajar banyak dari semua kegagalan yang kita alami. Dan, kemenangan adalah saat di mana kita melangkah begitu mantap dan yakin bahwa kita begitu hebat untuk sekedar melawan suatu kegagalan kecil. Saat dimana kita dapat mengalahkan diri kita sendiri, sehingga kadang-ka...

Teman Lamamu

saat ini, tak pernah sejenakpun kian waktu berhenti tak beranjakpun kesadaran terpatri sementara aku bersama kebodohan tetap seperti ini jawabanmu sudah kau temui, tapi pengertianmu tak kunjung menandai apalagi nanti kaupun sendiri, melihat bayanganmu dengan tak juga menyadari sedang apa kau kawan, terus melihat diri tanpa pengendalian Tak ayal kurasa nantinya, melihatmu menjemukan kawan berjalan selama mungkin??, percuma! karena sebenarnya kebuntuan jangan nanti karena kau tak tau sejauh mana batasmu, melihatmu dari awal mata membuka, menyedihkan. "setelah kau tau, semuanya hanya sebentar. berarti kau telah sadar. jangan tinggal diam, kawan!" aku tidak ingin melihat terus begini dari teman lamamu kesadaran