saat ini, tak pernah sejenakpun kian waktu berhenti
tak beranjakpun kesadaran terpatri
sementara aku bersama kebodohan tetap seperti ini
jawabanmu sudah kau temui,
tapi pengertianmu tak kunjung menandai
apalagi nanti kaupun sendiri,
melihat bayanganmu dengan tak juga menyadari
sedang apa kau kawan, terus melihat diri tanpa pengendalian
Tak ayal kurasa nantinya,
melihatmu menjemukan kawan
berjalan selama mungkin??, percuma!
karena sebenarnya kebuntuan
jangan nanti
karena kau tak tau sejauh mana batasmu,
melihatmu dari awal mata membuka,
menyedihkan.
"setelah kau tau, semuanya hanya sebentar. berarti kau telah sadar. jangan tinggal diam, kawan!"
aku tidak ingin melihat terus begini
dari teman lamamu
kesadaran
tak beranjakpun kesadaran terpatri
sementara aku bersama kebodohan tetap seperti ini
jawabanmu sudah kau temui,
tapi pengertianmu tak kunjung menandai
apalagi nanti kaupun sendiri,
melihat bayanganmu dengan tak juga menyadari
sedang apa kau kawan, terus melihat diri tanpa pengendalian
Tak ayal kurasa nantinya,
melihatmu menjemukan kawan
berjalan selama mungkin??, percuma!
karena sebenarnya kebuntuan
jangan nanti
karena kau tak tau sejauh mana batasmu,
melihatmu dari awal mata membuka,
menyedihkan.
"setelah kau tau, semuanya hanya sebentar. berarti kau telah sadar. jangan tinggal diam, kawan!"
aku tidak ingin melihat terus begini
dari teman lamamu
kesadaran

Comments
Post a Comment