Skip to main content

Tak ada sesuatu yang bertambah pada alam

"tak ada sesuatu yang bertambah pada alam" pernyatan ini menujukan bahwa manusia tidak menambahkan sesuatu yang dasar pada alam, karena dasar-dasar itu telah diciptakan oleh Allah Subhanahu wata'ala dan setiap apa yang dilakukan manusia sebatas menggunakannya (dasar-dasar ini) untuk mulai meningkatkan kehidupannya (dengannya) yang dibantu dengan akal yang dititipkan Allah pada setiap manusia. contoh sederhana : sebelumnya banyak orang datang ke sumur untuk mengambil air
dan setelahnya orang itu telah bisa mengalirkan air kepadanya sedangkan dia bisa diam di rumahnya. Telah meningkat!, karena kita tau air adalah kebutuhan hidup yang tidak bisa dihindari, kita bisa menemukannya di sumur atau di sungai dan apa yang dilakukan manusia adalah bagaimana mendapatkan air itu tanpa merasa lelah (mengeluarkan keringat) sampai harus pergi ke sungai atau sumur dan bagaimana mendapatkannya dengan sedikit waktu?? 

Pernah terjadi, dulu seseorang mencuci bajunya secara manual dengan tangan, dan sekarang ia bisa mencuci bajunya menggunakan mesin. Dalam hal ini menjadi meningkat, mencuci jadi tidak mengurangi waktu istirahat malah menambah waktu istirahatnya, begitu juga semua penemuan-penemuan seperti eskalator atau lift yang membuat kita naik atau turun dengan mudah, cepat dan tenang. Dan demikian juga, apa yang anda ingin cukup menekan sebuah tombol dan apa yang diinginkan akan sampai, dari makanan, minuman, musik, video dan sebagainya. apa yang membuatnya menjadi mudah adalah ilmu modern yang dimiliki manusia. Adapun dasar-dasarnya dari ciptaan Allah Subhanahu Wata'ala.

Ilmu telah memberi kuasa atas manusia untuk menjadikan semacam sayur-sayuran dan buah seperti apel atau pisang dan sebagainya menjadi lebih manis, atau lebih bersinar warnanya atau juga lebih enak dirasa. Ini peningkatan!. Akan tetapi, betapapun itu buah (yang pertama) dari jenis tersebut adalah ciptaan Allah Ta'ala, hadiah dari langit, andaikata bukan karena buah pertama ini manusia tidak akan bisa menemukan buah apel utuh dengan rasa, bentuk dan warnanya dan kalau Allah tidak menciptakan sejenis buah-buahan dan sayur-sayuran pasti manusia belum bisa melakukan perubahan-perubahan tersebut; rasa, warna dll. Akan tetapi, Allah telah menciptakannya dan anda tidak perlu cemas untuk itu karena Allah telah menciptakannya untuk kita.

Jadi kepentingan manusia yaitu menggunakan apa yang ada untuk dikembangkan (ditingkatkan), sementara yang membuatnya ada itu adalah Allah Ta'ala. sesungguhnya kalau anda mengikuti nikmat apa saja dari nikmat-nikmat Allah maka yang akan anda dapatkan bahwa yang menciptakan adalah Allah Ta'ala dan bukan manusia itu, akan tetapi Allah Subhanahu Wata'ala.

Buah yang ada pada pohon darimana datangnya? dari pohon yang sebelumnya, dan pohon sebelumnya mengambil dari pohon sebelumnya, begini terus sampai akhir perkara hingga mulainya pohon itu tumbuh, lalu darimana buah itu sementara sebelumnya sudah tak ada pohon lagi??, buah itu langsung diciptakan Allah Ta'ala. Maka dari itu, ketika kita dekat dengan alam dan menemukan bahwa semua dasar-dasar hidup tanpa usaha manusia, patutnya kita bertanya : siapa yang mengadakan untuku semua ini??, siapa yang menciptakan untukku alam ini??

Sungguh perkara ini terhenti, karena kebanyakan manusia berbohong, mereka tidak bisa menyatakan dirinya yang menciptakan alam ini dengan langit, bumi, dan segala nikmat di dalamnya. Karena semua ciptaan Allah Azza wa Jalla. Merekalah (yang mendustai diri mereka sendiri) orang-orang yang telah menyekutukan Allah atau kafir, yang membuat kebohongan atas Allah, dan orang yang memusuhi agama Allah dan Rasul-rasulNya mereka tidak bisa menyebut diri mereka sebagai pencipta alam, atau pencipta diri mereka sendiri. Dan untuk itu, Allah berfirman tentang mereka (lihat al-Qur'an surat:Az-Zumar : 38) artinya : Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka : "siapakah yang menciptakan langit dan bumi? niscaya mereka menjawab, 'Allah'." Mereka tidak mungkin menyatakan bahwa yang menciptakan langit dan bumi adalah bukan Allah, karena segala sesuatu yang ada di alam ini mempunyai kemampuan yang terbatas kita tau tidak ada satupun yang bisa mengatur matahari, bintang, atau bulan sampai menguasainya dan mengubah peredarannya.

Dan ketika seorang (manusia) menemukan bahwa alam ini begitu hebat, kaya akan nikmat yang melayaninya (manusia) akan timbul pertanyaan padanya "siapa yang menciptakan alam ini?" lalu ia akan membuka matanya dan menajamkan telinganya kepada rasul yang telah diutus oleh Allah Ta'ala untuk memberitahu manusia bahwa yang menciptakan adalah Allah Subhanahu Wata'ala. Allah meminta kita untuk menyembahnya dan mengikuti manhajnya.

Faktanya manusia yang telah menggunakan akal sehat dan meninggalkan nafsu mempercayai rasul, mereka datang kepada rasul untuk mengetahui apa yang tidak mereka ketahui tantang Allah. Adanya Rasul tidak bisa dihindari (penting) karena kita dengan akal kita tidak sampai untuk mengetahui siapa yang menciptakan alam ini. Tujuan akal adalah supaya manusia memikirkan tanda-tanda Allah pada alam (ciptaanNya) dan akan diketahui bahwa pasti ada yang menciptakan dan mengadakannya yaitu Pencipta Yang Maha Agung sampai disinilah akal dan mulai tugas para rasul, merekalah yang mengabarkan kepada manusia bahwa Sang pencipta alam ini adalah Allah Ta'ala dan sifat Allah itu sperti ini dan Ia menginginkan kita seperti ini.

Comments

Popular posts from this blog

Identitas

Transformasi media adalah bentuk dari kemajuan peradaban manusia. Seperti tubuh, otak juga berkembang sepanjang berjalannya waktu. Kemajuan ini; ilmu pengetahuan, teknologi, media informasi, sudah semestinya terjadi. Karena dalam mata rantai kehidupan, hanya manusia seorang yang diberikan akal. Tidak lumba-lumba tidak binatang, hanya manusia dan yang lebih lagi bahwa setiap yang ada pada alam ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Allah berfirman: و في أنفسكم أفلا تبصرون “dan pada dirimu sendiri. Apakah kamu tidak memperhatikan” Ada manusia telah sampai ke bulan, mars, dan lebih dari itu dengan pesawat berkecepatan cahaya. Ya. Apa yang terjadi detik ini di afrika amerika bisa tahu. Ya. Namun secerdas apapun manusia tidak akan mampu menciptakan nyamuk. Kemampuan manusia dalam teknologi mutakhir adalah tugas manusia (imaratul ardh) dan kebahagiaan bagi manusia lainnya. Adapun masalah penciptaan adalah hak Allah. Manusia sering tidak mengakui identitasnya sebagai...

Guru

Dulu, ketika tengah bodoh-bodohnya, kepala sekolah Ust. Faruq (guru senior DNC) sering mengingatkan, khususnya dalam apel beliau menyusutkan Guru dalam akronim Digugu & Ditiru secara mutlak, seperti pencerahan buat setiap murid -selain sya- dan sentilan halus untuk yg lain. sekalipun kalimat itu terpatri di kedalaman tapi maknanya terbentur karna yg mampir kemudian adalah peribahasa usil, "guru kencing berdiri murid kencing berlari". *maaf, tapi memang ketololan saat itu sedang jadi-jadinya. 😅 . . Sekarang, dari sosoknya sedikitnya sya mengerti maksud itu. Guru (digugu & ditiru) karna Guru layaknya air merta jiwa, Guru adalah kebaikan yg amerta. Guru (digugu & ditiru) karna Guru layaknya figur dari jiwa yg suci, Guru adalah pewaris para Nabi. #Gurukupahlawanku #terimakasihguru #selamathariguru

AKU

Aku adalah aku Aku bukan dia Aku tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.. Aku bukan maksud ana selang penciptaan Aku adalah gemetar di keheningan Aku dipenggalan malam Aku adalah decakan tak termisal, Skala denyut kerinduan Aku.. Aku.. Aku Aku isyarat kepasrahan Aku bukan berarti apa-apa, Ketika aku ditandaskan, dunia ini hilang Hukum Ruang, waktu, lebur tak bersulang Aku.. Aku.. Aku Aku adalah keramat sufi Yang hidup dalam dimensi ketiadaan