oh alexandria,
aku berjelaga di pekat aliran mediterania
menyeruput kopi, menghirupi deras angin dari laut,
dari gilasan sejarah yang terpaut
dari gejolak ombak yang mendebur penuh asmara
yang menyimpan sosok cleopatra
orang-orang bertampuk di pojok-pojok kedai
beberapa keluarga, dan sisanya
dari modisnya orang-orang sepulang kerja
aku juga, sembari menikmati sisha, lalu mencari-cari asap dari tonggaknya
jadi ingat
semestinya yang muda, yang mengangkangi dunia
berdiktat kuliah, berkhayal semua tentang toga
tapi aku lebih sering meratap
memandangi kemajemukan rupa, lalu berharap
bodohnya,
kau lupa posisi bertandang, yang tak lamapun akan pulang
dasar anak muda
pesanku, pintarlah bermain rasa
aku berjelaga di pekat aliran mediterania
menyeruput kopi, menghirupi deras angin dari laut,
dari gilasan sejarah yang terpaut
dari gejolak ombak yang mendebur penuh asmara
yang menyimpan sosok cleopatra
orang-orang bertampuk di pojok-pojok kedai
beberapa keluarga, dan sisanya
dari modisnya orang-orang sepulang kerja
aku juga, sembari menikmati sisha, lalu mencari-cari asap dari tonggaknya
jadi ingat
semestinya yang muda, yang mengangkangi dunia
berdiktat kuliah, berkhayal semua tentang toga
tapi aku lebih sering meratap
memandangi kemajemukan rupa, lalu berharap
bodohnya,
kau lupa posisi bertandang, yang tak lamapun akan pulang
dasar anak muda
pesanku, pintarlah bermain rasa

Comments
Post a Comment