neoronku cepat merangsangi
aku takut di hujani gerimis akhir juli
aku takut akan ketidak mengertianku
yang kutakuti lagi
aku takut diuji dilonjaki kaku
seperti sebulan lalu kuceritakan
waktu menamparku malangnya
mengandrungi sela mataku terpejam
aku takut soal hidup, takut mencoba jalannya
takut jatuh dua kali
karena jalanku harus masuk lembah
aku takut
karna semakin dalam, kegelapan merambah
mimpi menguburku
menumbuh biakan kerinduan
tubuhku bergetaran, sekujur tubuhku gemeratakan
dan perlahan
tak lama sedikit-sedikit aku sirna
aku memudar di garis tepi
garis antara 2 persimpangan yang harus ku pilih
segera kutolak dan berbalik ke belakang
tapi tak ada jalan keluar
lalu aku diam
ada cahaya menyokong tubuhku
wajah ibu menerangi kelabuanku
seumpama titisan
ia hadir membuka jalan
setelah dipeluk dicium ubunku.
aku bilang,"takut ibu"
"sstttt" belum sempat katanya, aku langsung sirna
aku terhempas dan menderita rindu sepenuhnya
aku takut di hujani gerimis akhir juli
aku takut akan ketidak mengertianku
yang kutakuti lagi
aku takut diuji dilonjaki kaku
seperti sebulan lalu kuceritakan
waktu menamparku malangnya
mengandrungi sela mataku terpejam
aku takut soal hidup, takut mencoba jalannya
takut jatuh dua kali
karena jalanku harus masuk lembah
aku takut
karna semakin dalam, kegelapan merambah
mimpi menguburku
menumbuh biakan kerinduan
tubuhku bergetaran, sekujur tubuhku gemeratakan
dan perlahan
tak lama sedikit-sedikit aku sirna
aku memudar di garis tepi
garis antara 2 persimpangan yang harus ku pilih
segera kutolak dan berbalik ke belakang
tapi tak ada jalan keluar
lalu aku diam
ada cahaya menyokong tubuhku
wajah ibu menerangi kelabuanku
seumpama titisan
ia hadir membuka jalan
setelah dipeluk dicium ubunku.
aku bilang,"takut ibu"
"sstttt" belum sempat katanya, aku langsung sirna
aku terhempas dan menderita rindu sepenuhnya

Comments
Post a Comment