Skip to main content

Dalam Mimpi

neoronku cepat merangsangi
aku takut di hujani gerimis akhir juli
aku takut akan ketidak mengertianku
yang kutakuti lagi
aku takut diuji dilonjaki kaku

seperti sebulan lalu kuceritakan
waktu menamparku malangnya
mengandrungi sela mataku terpejam
aku takut soal hidup, takut mencoba jalannya
takut jatuh dua kali
karena jalanku harus masuk lembah
aku takut
karna semakin dalam, kegelapan merambah

mimpi menguburku
menumbuh biakan kerinduan
tubuhku bergetaran, sekujur tubuhku gemeratakan
dan perlahan
tak lama sedikit-sedikit aku sirna
aku memudar di garis tepi
garis antara 2 persimpangan yang harus ku pilih
segera kutolak dan berbalik ke belakang
tapi tak ada jalan keluar
lalu aku diam
ada cahaya menyokong tubuhku
wajah ibu menerangi kelabuanku
seumpama titisan
ia hadir membuka jalan
setelah dipeluk dicium ubunku.
aku bilang,"takut ibu"
"sstttt" belum sempat katanya, aku langsung sirna
aku terhempas dan menderita rindu sepenuhnya

Comments

Popular posts from this blog

Identitas

Transformasi media adalah bentuk dari kemajuan peradaban manusia. Seperti tubuh, otak juga berkembang sepanjang berjalannya waktu. Kemajuan ini; ilmu pengetahuan, teknologi, media informasi, sudah semestinya terjadi. Karena dalam mata rantai kehidupan, hanya manusia seorang yang diberikan akal. Tidak lumba-lumba tidak binatang, hanya manusia dan yang lebih lagi bahwa setiap yang ada pada alam ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Allah berfirman: و في أنفسكم أفلا تبصرون “dan pada dirimu sendiri. Apakah kamu tidak memperhatikan” Ada manusia telah sampai ke bulan, mars, dan lebih dari itu dengan pesawat berkecepatan cahaya. Ya. Apa yang terjadi detik ini di afrika amerika bisa tahu. Ya. Namun secerdas apapun manusia tidak akan mampu menciptakan nyamuk. Kemampuan manusia dalam teknologi mutakhir adalah tugas manusia (imaratul ardh) dan kebahagiaan bagi manusia lainnya. Adapun masalah penciptaan adalah hak Allah. Manusia sering tidak mengakui identitasnya sebagai...

Guru

Dulu, ketika tengah bodoh-bodohnya, kepala sekolah Ust. Faruq (guru senior DNC) sering mengingatkan, khususnya dalam apel beliau menyusutkan Guru dalam akronim Digugu & Ditiru secara mutlak, seperti pencerahan buat setiap murid -selain sya- dan sentilan halus untuk yg lain. sekalipun kalimat itu terpatri di kedalaman tapi maknanya terbentur karna yg mampir kemudian adalah peribahasa usil, "guru kencing berdiri murid kencing berlari". *maaf, tapi memang ketololan saat itu sedang jadi-jadinya. 😅 . . Sekarang, dari sosoknya sedikitnya sya mengerti maksud itu. Guru (digugu & ditiru) karna Guru layaknya air merta jiwa, Guru adalah kebaikan yg amerta. Guru (digugu & ditiru) karna Guru layaknya figur dari jiwa yg suci, Guru adalah pewaris para Nabi. #Gurukupahlawanku #terimakasihguru #selamathariguru

AKU

Aku adalah aku Aku bukan dia Aku tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.. Aku bukan maksud ana selang penciptaan Aku adalah gemetar di keheningan Aku dipenggalan malam Aku adalah decakan tak termisal, Skala denyut kerinduan Aku.. Aku.. Aku Aku isyarat kepasrahan Aku bukan berarti apa-apa, Ketika aku ditandaskan, dunia ini hilang Hukum Ruang, waktu, lebur tak bersulang Aku.. Aku.. Aku Aku adalah keramat sufi Yang hidup dalam dimensi ketiadaan