saya jadi mulai mengerti, mengerti cerita-cerita kecil dulu, muatan perintah pengajaran dari ayah, mengerti mengenai kemana larinya arahan ibu. yang saat saya pahami, intinya ialah bagaimana memporsikan diri lebih kepada etika, taat ibadah, terus memahami dan membaca. saya baru mengerti, mengerti bahwa saya ini tidak hidup untuk melatari kisah orang lain, bukan dalam dunia disney, wolverine yang masih hidup dari perang dunia II atau kapten amerika yang dijadikan beku untuk sewaktu-waktu dihidupkan kembali, karena semua makhluk hidup sama, realitas hidup memang tidak abadi. saya juga lebih mengerti, mengerti dan merasakan lebih pada insting kemanusiaan; takut, senang, kalut, riang, gejala-gejala yang membuatnya, bagaimana menghadapi atau menghindari, bagaimana mengatur sikap, lebih tegas, berjiwa besar, semangat penuh, optimisme yang ditujukan pada ujung fokus pembentukan mental, sebuah nilai dari buku-buku Dan brown, dale corniege, nick, yang mengkonsep rumusan bahagia, atau meli...
Aku hanya cendawan yang sebentar mati tanpa keteduhan