Skip to main content

Temet Nosce

saya jadi mulai mengerti, mengerti cerita-cerita kecil dulu, muatan perintah pengajaran dari ayah, mengerti mengenai kemana larinya arahan ibu. yang saat saya pahami, intinya ialah bagaimana memporsikan diri lebih kepada etika, taat ibadah, terus memahami dan membaca.
saya baru mengerti, mengerti bahwa saya ini tidak hidup untuk melatari kisah orang lain, bukan dalam dunia disney, wolverine yang masih hidup dari perang dunia II atau kapten amerika yang dijadikan beku untuk sewaktu-waktu dihidupkan kembali, karena semua makhluk hidup sama, realitas hidup memang tidak abadi.
saya juga lebih mengerti, mengerti dan merasakan lebih pada insting kemanusiaan; takut, senang, kalut, riang, gejala-gejala yang membuatnya, bagaimana menghadapi atau menghindari, bagaimana mengatur sikap, lebih tegas, berjiwa besar, semangat penuh, optimisme yang ditujukan pada ujung fokus pembentukan mental, sebuah nilai dari buku-buku Dan brown, dale corniege, nick, yang mengkonsep rumusan bahagia, atau melintasi sanjungan michael hurt dalam tulisannya 100 orang paling berpengaruh di dunia yang menuntut keteladanan dari mereka.
saya terus mencoba untuk mengerti, mengawasi konsekuensi, apa hasilnya jika begini, untuk apa begitu?, lebih mengenai soal kenapa? dan bagaimana seharusnya?. planing A, B, C mempelajari hidup sebaiknya.
saya mulai mengerti dan terkonsentrasi dalam mengamati teka-teki. apalagi yang bertemakan cinta, menjawab malu sendiri, karena tak akan percaya pada keajaiban rumusannya.
dan dari semua itu saya mengerti, saya terlanjur dewasa dan tidak pantas berhenti.

Comments

Popular posts from this blog

Identitas

Transformasi media adalah bentuk dari kemajuan peradaban manusia. Seperti tubuh, otak juga berkembang sepanjang berjalannya waktu. Kemajuan ini; ilmu pengetahuan, teknologi, media informasi, sudah semestinya terjadi. Karena dalam mata rantai kehidupan, hanya manusia seorang yang diberikan akal. Tidak lumba-lumba tidak binatang, hanya manusia dan yang lebih lagi bahwa setiap yang ada pada alam ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Allah berfirman: و في أنفسكم أفلا تبصرون “dan pada dirimu sendiri. Apakah kamu tidak memperhatikan” Ada manusia telah sampai ke bulan, mars, dan lebih dari itu dengan pesawat berkecepatan cahaya. Ya. Apa yang terjadi detik ini di afrika amerika bisa tahu. Ya. Namun secerdas apapun manusia tidak akan mampu menciptakan nyamuk. Kemampuan manusia dalam teknologi mutakhir adalah tugas manusia (imaratul ardh) dan kebahagiaan bagi manusia lainnya. Adapun masalah penciptaan adalah hak Allah. Manusia sering tidak mengakui identitasnya sebagai...

Guru

Dulu, ketika tengah bodoh-bodohnya, kepala sekolah Ust. Faruq (guru senior DNC) sering mengingatkan, khususnya dalam apel beliau menyusutkan Guru dalam akronim Digugu & Ditiru secara mutlak, seperti pencerahan buat setiap murid -selain sya- dan sentilan halus untuk yg lain. sekalipun kalimat itu terpatri di kedalaman tapi maknanya terbentur karna yg mampir kemudian adalah peribahasa usil, "guru kencing berdiri murid kencing berlari". *maaf, tapi memang ketololan saat itu sedang jadi-jadinya. 😅 . . Sekarang, dari sosoknya sedikitnya sya mengerti maksud itu. Guru (digugu & ditiru) karna Guru layaknya air merta jiwa, Guru adalah kebaikan yg amerta. Guru (digugu & ditiru) karna Guru layaknya figur dari jiwa yg suci, Guru adalah pewaris para Nabi. #Gurukupahlawanku #terimakasihguru #selamathariguru

AKU

Aku adalah aku Aku bukan dia Aku tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.. Aku bukan maksud ana selang penciptaan Aku adalah gemetar di keheningan Aku dipenggalan malam Aku adalah decakan tak termisal, Skala denyut kerinduan Aku.. Aku.. Aku Aku isyarat kepasrahan Aku bukan berarti apa-apa, Ketika aku ditandaskan, dunia ini hilang Hukum Ruang, waktu, lebur tak bersulang Aku.. Aku.. Aku Aku adalah keramat sufi Yang hidup dalam dimensi ketiadaan