Skip to main content

Bukti Konkret Adanya Allah SWT

BUKTI KONKRET ADANYA ALLAH

Judul Buku          : الأدلة الماديّة على وجود الله  

Tebal                     : 166 halaman

Dengan rukun Iman yang 6, kita sama-sama mengamini bahwa agama Islam secara jelas menuntut kepada para penganutnya kepercayaan kepada hal –hal yang ghaib. Sebuah dasar yang wajib diimani oleh setiap muslim. Hal yang menurut sebagian orang (atheis atau nonmuslim) adalah irasional (tidak dapat dijangkaui apalagi diterima oleh akal) karena tidak dapat dilihat mata.

Nah,salah satu nilai dari buku ini adalah mengetuk pikiran dan memberikan impuls positif kepada para pembaca, dengan menuntun kepada bukti-bukti konkret di sekitar kita lalu menyalaminya dengan berdialog melalui akal; analogi dan kesimpulan. “Yang  tidak nampak pada mata bukan berarti tidak ada”, begitulah kira-kira kesimpulan Syeikh dalam bukunya tentang hal gaib. Dan kesimpula padat nan berisi inilah yang menjadikan buku tersebut menarik untuk diikuti dan disimak sebagai referensi sekaligus representatif dalam menunjang kebutuhan akal dalam keimanan.

Itu baru sedikit dari sekian banyak hal yang menarik dalam isi buku. Di samping ditulis dengan bahasa yang cukup ringan, daya buku ini juga semakin kuat karena disertai bayang-bayang penulis yang merupakan seorang Da’I kondang lintas Negara dan alim pada zamannya. Buku yang berorientasi kepada ketauhidan ini sangat layak dibaca setiap kalangan, khususnya tingkatan pelajar untuk menambah literature keislaman.

Comments

Popular posts from this blog

Identitas

Transformasi media adalah bentuk dari kemajuan peradaban manusia. Seperti tubuh, otak juga berkembang sepanjang berjalannya waktu. Kemajuan ini; ilmu pengetahuan, teknologi, media informasi, sudah semestinya terjadi. Karena dalam mata rantai kehidupan, hanya manusia seorang yang diberikan akal. Tidak lumba-lumba tidak binatang, hanya manusia dan yang lebih lagi bahwa setiap yang ada pada alam ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Allah berfirman: و في أنفسكم أفلا تبصرون “dan pada dirimu sendiri. Apakah kamu tidak memperhatikan” Ada manusia telah sampai ke bulan, mars, dan lebih dari itu dengan pesawat berkecepatan cahaya. Ya. Apa yang terjadi detik ini di afrika amerika bisa tahu. Ya. Namun secerdas apapun manusia tidak akan mampu menciptakan nyamuk. Kemampuan manusia dalam teknologi mutakhir adalah tugas manusia (imaratul ardh) dan kebahagiaan bagi manusia lainnya. Adapun masalah penciptaan adalah hak Allah. Manusia sering tidak mengakui identitasnya sebagai...

Guru

Dulu, ketika tengah bodoh-bodohnya, kepala sekolah Ust. Faruq (guru senior DNC) sering mengingatkan, khususnya dalam apel beliau menyusutkan Guru dalam akronim Digugu & Ditiru secara mutlak, seperti pencerahan buat setiap murid -selain sya- dan sentilan halus untuk yg lain. sekalipun kalimat itu terpatri di kedalaman tapi maknanya terbentur karna yg mampir kemudian adalah peribahasa usil, "guru kencing berdiri murid kencing berlari". *maaf, tapi memang ketololan saat itu sedang jadi-jadinya. 😅 . . Sekarang, dari sosoknya sedikitnya sya mengerti maksud itu. Guru (digugu & ditiru) karna Guru layaknya air merta jiwa, Guru adalah kebaikan yg amerta. Guru (digugu & ditiru) karna Guru layaknya figur dari jiwa yg suci, Guru adalah pewaris para Nabi. #Gurukupahlawanku #terimakasihguru #selamathariguru

AKU

Aku adalah aku Aku bukan dia Aku tidak ada sangkut pautnya dengan mereka.. Aku bukan maksud ana selang penciptaan Aku adalah gemetar di keheningan Aku dipenggalan malam Aku adalah decakan tak termisal, Skala denyut kerinduan Aku.. Aku.. Aku Aku isyarat kepasrahan Aku bukan berarti apa-apa, Ketika aku ditandaskan, dunia ini hilang Hukum Ruang, waktu, lebur tak bersulang Aku.. Aku.. Aku Aku adalah keramat sufi Yang hidup dalam dimensi ketiadaan