Mengerti atau tidak, hitam bukanlah putih dan putihpun kurasa demikian. Aku hanya mengenal hitam. tak heran hidupku kaku dan menakutkan.
Pernah aku diajak bermain keluar, orang bilang dunia ini hebat, hidup itu menyenangkan. tapi, apanya yang hebat? sebulat apapun kutatap, mataku tetap tak menjemput apa-apa. Apanya yang menyenangkan? Aku melaju, melangkah, tapi tetap tak mengerti kemana sejatinya arah?. Dunia ini, permainan macam apa?!!
Baiklah, ringkasnya kau harus tau, aku ini tunanetra. Sejak lahir aku buta. Aku juga tak bisa mengandalkan telinga, aku mendengar, tapi seluruhnya tak kupahami. Bergaul??, aku bahkan tak berbicara, aku sering mendengar orang berbincang tentang sekolah. tapi tolong jangan bahas soal itu padaku, karna aku bahkan bertanya pada diriku,"apa itu guru? aku tak memiliki prototipenya." Asal kau tau, aku saja tak mengerti apa jenisku dan seperti apa manusia?, semuanya benar-benar hitam, itu terjadi bertahun-tahun dan aku tak memiliki jawabannya.
Lalu suatu waktu, entah siang atau malam tubuhku terasa diremas kuat sebelum air mata gugur mengairi kelopakku, Satu hal kusadari, dengan sendirinya ingin kubalas pelukkan ibu. Sementara sejak itu, aku baru mengerti batasan taqdir dan kehendak cinta. lalu kudengar lamat-lamat suaranya,"biarpun seribu tahun lagi, disini atau di kehidupan lain, aku adalah ibu dan kau anakku. semoga tuhan menyertaimu". Setelah itu, aku mendapat gambaran langit terbuka, gemulai angin, nilai hujan serta corak manusia, semua jelas bagiku. Namun satu pertanyaan lagi timbul, "dimanakah sekarang aku, ibu?."
Pernah aku diajak bermain keluar, orang bilang dunia ini hebat, hidup itu menyenangkan. tapi, apanya yang hebat? sebulat apapun kutatap, mataku tetap tak menjemput apa-apa. Apanya yang menyenangkan? Aku melaju, melangkah, tapi tetap tak mengerti kemana sejatinya arah?. Dunia ini, permainan macam apa?!!
Baiklah, ringkasnya kau harus tau, aku ini tunanetra. Sejak lahir aku buta. Aku juga tak bisa mengandalkan telinga, aku mendengar, tapi seluruhnya tak kupahami. Bergaul??, aku bahkan tak berbicara, aku sering mendengar orang berbincang tentang sekolah. tapi tolong jangan bahas soal itu padaku, karna aku bahkan bertanya pada diriku,"apa itu guru? aku tak memiliki prototipenya." Asal kau tau, aku saja tak mengerti apa jenisku dan seperti apa manusia?, semuanya benar-benar hitam, itu terjadi bertahun-tahun dan aku tak memiliki jawabannya.
Lalu suatu waktu, entah siang atau malam tubuhku terasa diremas kuat sebelum air mata gugur mengairi kelopakku, Satu hal kusadari, dengan sendirinya ingin kubalas pelukkan ibu. Sementara sejak itu, aku baru mengerti batasan taqdir dan kehendak cinta. lalu kudengar lamat-lamat suaranya,"biarpun seribu tahun lagi, disini atau di kehidupan lain, aku adalah ibu dan kau anakku. semoga tuhan menyertaimu". Setelah itu, aku mendapat gambaran langit terbuka, gemulai angin, nilai hujan serta corak manusia, semua jelas bagiku. Namun satu pertanyaan lagi timbul, "dimanakah sekarang aku, ibu?."

Comments
Post a Comment